soddom

LGBT KOMUNITAS MANUSIA HINA

(Perusak moral bangsa, kaum terhina yang diazab allah)

Sorot Sejarah

Tidakkah berlebihan tulisan ini memberika judul seperti itu bagi komunitas LGBT (Lesbian, Gays, Biseksual dan Transgender)? Bahkan dengan Sub Judul yang mempertegasnya ?. Hemat penulis, “TIDAK”, karena sebutan bagi prilaku mereka telah digambarkan oleh Allah SWT, Rabb bagi seklaian alam yang berhak menghakimi makhluqnya yang ingkar, Allah menyebut kaum LGBT ini sebagai kaum “Musrifuun” (kaum yang melampaui batas), komunitas generasi pelanjut kaum Luth yang durhaka yang telah melakukan perbuatan terkutuk, perbuatan keji, “Faahisyata”.

Continue reading

why_pubertas

PW.PERSIS JABAR Desak Komik “Why Puberty” Ditarik

Belum lama ini muncul buku komik berjudul “Why Puberty” yang diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo, yang merupakan anak perusahaan dari Penerbit Gramedia. Buku yang merupakan edukasi tentang masa pubertas ini menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya para praktisi pendidikan.

PW.Persis Jawa Barat langsung bereaksi keras atas terbitnya buku yang sudah beredar di berbagai toko buku  ini. Dadang Fahmi, Wk.Sekretaris PW.Persis Jawa Barat yang juga merupakan Aktivis di PAKTA (Pos Advokasi Kepedulian Terhadap Anak), menyatakan sangat prihatin dengan peredaran buku tersebut. Menurutnya, penerbit seharusnya mengedukasi anak-anak dengan info dan nilai-nilai yang positif serta tidak mencekoki dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan kultur budaya di Indonesia.

Buku ‘Why Puberty”  tersebut dengan jelas mengajarkan kepada anak-anak untuk tidak malu ketika menjadi seorang gay atau lesbian. Bahkan menjadi Gay atau Lesbian adalah suatu hal yang wajar. Padahal kultur Indonesia dan  juga ajaran agama Islam dengan tegas menyatakan bahwa perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) itu perilaku menyimpang. Bukan berarti mereka harus dijauhi, tapi mereka harus diberikan pemahaman dan juga motivasi agar mereka mau berubah. Bukan dibiarkan bahkan seolah dilegalkan.

Dalam buku tersebut ada kalimat “Jika seorang transgender dengan jiwa perempuan mencintai seorang laki-laki, itu wajar saja, bukan?”  atau kalimat lainnya: ”Setiap orang punya hak untuk mencintai dan dicintai, dan bila mereka mencintai sesama jenis, itu adalah pilihan. Jika boleh memilih, tentu saja mereka ingin memilih mencintai lawan jenis.”

“Kalau dibiarkan, buku-buku seperti ini akan jadi racun yang tidak terasa akan terus menyebar hingga menimbulkan penyakit yang sangat parah di tengah masyarakat, khususnya anak-anak. Bahkan lebih jauh dari itu, buku tersebut juga melanggar Konvensi PBB tentang Standar Hak Anak, yang menyebutkan bahwa setiap anak harus dilindungi dari kekerasan sexual. Oleh karena itu, PW.Persis Jawa Barat akan segera mengeluarkan pernyataan dan desakan agar buku tertsebut ditarik dari peredaran, sebelum menimbulkan korban lebih banyak lagi.” Demikian ungkap Dadang A Fahmi.

(PW01)

 

wa'tasimu

Teguhkan Diri Buang Sikap Ragu

Fenomena Kehidupan 

Kita hidup berada dalam masa millennium, era globalisasi, era kecanggihan dan percepatan. Namun manusia tanpa sadar sedang dikendalikan oleh sekelompok kecil yang ingin menghancurkan dalam system The New World Order (Tatanan Dunia Baru), dimana kehidupan dikendalikan oleh sekelompok kecil penguasa kapital. Secara sistematis system destruksi dibangun diawali dengan personality destruction, melalui gaya hidup (lifestyle); Hedonistis, Permisivis dan Konsumeris, yang melahirkan sikap individualistis. Kemudian menuju family destruction, dengan menjauhkan komunikasi, keakraban dan kekerabatan, sehingga menjadi skeptic dan asocial.

 

Mereka membangun Strategi Tasykik, yaitu menciptakan keraguan terhadap kebenaran agamanya, sehingga hiburan dan tontonan menjadi panduan hidupnya. Strategi ini meliputi 10 gerakan yang sering disebut dengan Harar atau Satanim dengan lambang gurita berkaki sepuluh, ular berbisa berkepala sepuluh dan penerkam berkuku baja :

  1. Takkim, merusak ajaran agama, mengubah dan menambahnya dan menciptakan Nabi tandingan.
  2. Shada, menciptakan agama baru sebagai tandingan agama yang sudah ada.
  3. Parokim, menciptakan gerakan aliran pemikiran untuk membenturkannya dengan keyakinan agama.
  4. Libarim, memusnahkan akhlaq mulia dengan mengembangkan paham-paham baru tentang kebebasan beragama, kebebasan remaja, persamaan hak, menggaungkan freesex, kawin beda agama, memperbanyak tempat-tempat maksiat, mengorganisir kaum gay, lesbian dan mendorong pengakuan haknya.
  5. Babiil, memupuk asas kebangsaan dan kesukuan yang fanatic, sehingga membiarkan sesame muslim bermusuhan dan perang atas nama bangsa.
  6. Onan, mengenang pertumbuhan manusia selain Yahudi.
  7. Protokolat, program khusus penguasaan dunia, penghancuran ekonomi Negara-negara muslim, penghancuran moral generasi muda.
  8. Gorgah, merusak citra para pemimpin Negara yang anti Yahudi, lembaga ataupun partai dengan jeratan jaringan agent sex dunia, menyebarkan para agent (Kasisah), menyebarkan obat bius dan perjudian untuk melumpuhkan suatu Negara.
  9. Plotisme, mendidik para alim ulama yang pahamnya mengambang, untuk menciptakan kerusakan pemahaman agama dan disebarkan di sekolah-sekolah dan lembaga Islam.
  10. Qornun, menjadikan orang-orang terpilih yang bisa dikendalikan oleh kepentingan yahudi dengan membeli media untuk menciptakan citra seseorang menjadi tokoh di suatu Negara dengan biaya tak terbatas, setelah jadi mereka memerasnya untuk kepentingan pengembangan Yahudi dunia. Menyuburkan Bank-bank konvensional untuk menjerat, dan menyuburkan Korupsi di suatu Negara dengan mendorong pinjaman luar negeri dan kebangkrutan bank agar mudah dikendalikan.

Maka untuk melawan strategi jahat yang diciptakan manusia ingkar dan terkutuk itu, manusia harus berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah Nabi dengan sungguh-sungguh. Karena Al Quran adalah petunjuk jalan bagi mereka yang bertaqwa dan Sunnah adalah hikmah bagi kehidupan yang dapat dijadikan panduan dan ibrah kehidupan umat manusia.

Al Quran Bagi Umat Manusia Sebagai Petunjuk

Al Quran tidak diperuntukan bagi mereka yang bersikap ragu (Mudzabdzab), orang yang memelihara sikap ragu, jika sakit dia tidak akan pernah sembuh, jika dia melakukan sesuatu bakal gagal, tidakakan menjadi pemenang. Islam mengajarkan untuk berjuang tetapi tidak dalam keragu-raguan, namun berjuang dengan yakin. Karena penyakit ragu adalah awal pintu kegagalan. Oleh sebab itulah Alloh SWT menyatakan :

“Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12], [QS. Al Baqarah 2]

[11] Tuhan menamakan Al Quran dengan Al kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.

[12] Takwa Yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.

Orang yang bermental peragu tidak akan meraih derajat taqwa, dan kemenangan umat dipertaruhkan terlalu mahal hanya karena sikap ragu dalam perjuangan.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). QS. Al Baqarah : 185

Yakinkan diri apakah kita ingin menjadi orang beriman atau kafir? Hidup adalah sebuah pilihan.

“dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”[QS Al Kahfi 29]

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. QS. Al Hujurat : 15

“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.” [QS. Al Kahfi 30]

Perjuangan atau beribadah tidak bisa dilakukan dengan beriman pada sebagian dan kufur pada sebagian yang lain, jika kita yakin kebenaran Islam sebagai agama yang lurus.

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,”. [QS. Israa 9]

Maka sikap seorang muslim terhadap ajarannnya adalah mengikuti petunjuk yang telah diberikannya, dan menolak segala kesesatan yang dibawa atau dikhobarkan oleh para penguasa yang dzalim, para pemimpin yang menyesatkan.

“ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya[528]. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).” [QS. Al A’raf 3]

[528] Maksudnya: pemimpin-pemimpin yang membawamu kepada kesesatan.

“…. sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang Lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak Mengetahui”.(QS. Yunus 89)

“Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, Maka tetaplah pada jalan yang Lurus menuju kepadanya dan mohonlah ampun kepadanya. dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,” (QS. Fushilat : 6)

Abu Hudzaifah Al Yaman ketika bertanya bagaimana melepaskan diri dari keburukan, Rasulullah SAW bersabda :

“Pelajarilah Al Quran, ikutilah segala isinya. Maka hanya padanya keselamatan kamu”. [Sunan Abu Daud dan An Nasai]

(diartikan kata “an najatu” dalam susunan kalimat ini “keselamatan kamu”, sebab alif lam itu badal dhomir.)

Yang menjadikan kita tidak ragu dalam bersikap karena kita memiliki ilmu dan siap mempertanggungjawabkan apa yang kita ucapkan dan kita lakukan.

“dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (QS. Israa : 36)

Janji Allah SWT terhadap mereka yang teguh pendirian dalam kebenaran Islam, dijauhkan dari rasa khawatir, ketakutan dan duka cita.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah[1388] Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (QS. Al Ahqaf : 13)

[1388] Istiqamah ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.

“mereka Itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai Balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf : 14)

 

Hadits dari Hudzaifah al Yamani 

Dari Hudzaifah al Yamani ia berkata : Orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, sedang aku bertanya tentang keburukan, karena khawatir menimpa diriku.

Aku bertanya : “Wahai Rasulullah dahulu kami ada pada masa jahiliyyah dan keburukan, kemudian Alloh mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini.  Apakah sesudah kebaikan ini akan ada keburukan?, Beliau menjawab : “Ya”, lalu aku bertanya lagi : “Apakah sesudah keburukan itu akan ada kebaikan?”, Beliau menjawab : “Ya, tapi padanya ada dakhon (benalu).” Aku bertanya : “Apakah benalu itu ?”. Beliau menjawab : “Yaitu sekelompok orang yang memberi petunjuk bukan dengan petunjuk dariku, sebagiannya kamu akui kebenarannya dan sebagian lagi kamu ingkari.” Aku bertanya lagi : “Apakah setelah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?”.

Beliau menjawab “ “Ya, yaitu para juru da’wah di pintu jahanam. Barangsiapa yang mengikutinya, ia akan dicampakan ke dalam neraka.” Aku bertanya : “Wahai Rasulullah terangkanlah kepada kami ciri-cirinya!”. Nabi menjawab : Mereka kulitnya sama dengan kita dan berkata dengan bahasa kita. Aku bertanya : “Apa yang kau perintahkan kepada kami jika kami menemui hal itu?”. Beliau bersabda : “Bergabunglah dengan jama’ah muslimin dan imamnya.” Aku bertanya lagi : “Bagaimana jika tidak ada jama’ah dan imamnya?” Beliau menjawab : “Jauhilah oleh kamu semua firqah sekalipun kamu harus memakan akar pepohonan sampai maut menjemputmu dan kamu dalam keadaan tetap begitu. Shahih Bukhari  6 : 2595/6673, Muslim  3 : 1475/1847

 Prilaku Orang Yang Bertaqwa

 

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Dan bergaullah  dengan manusia dengan perangai yang baik. HR. Tirmidzi

 

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَا نِهِ وَ يَدِهِ

Yang dinamakan muslim itu yang teramankan muslim lain dari lidah dan tangannya. HR. Bukhari

 

وَلْيَنْصُرِ الرَّخُلُ اَجَهُ ظَا لِمًا وَمَظْلُوْمًا, إِنْ كَانَ ظًا لِمًا فَلْيَنْهَهُ فَاِنَّهُ لَهُ نَصْرٌ, وَإِنْ كَانَ مَظْلُوْ مًا فَلْيَنْصُرْهُ.

Hendaklah tiap-tiap orang menolong saudaranya yang menganiaya atau yang teraniaya, yaitu jika saudaranya menganiaya maka cegahlah dan jika saudaranya teraniaya hendaklah menolongnya. HR. Muslim

 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِ, فَلْيَقُلْ خَيْرً اَوْلِيَصْمُتْ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِ, فَليُكْرِمْ جَارَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِ, فَليُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

 

Barang siapa beriman kepada Alloh dah hari kemudian, hendaklah ia berkata dengan perkataan baik atau diam, dan barang siapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah ia muliakan tetangganya dan barang siapa beriman kepada Alloh dan hari kemudian, hendaklah ia muliakan tamunya. HR. Muslim

 

وَلَا تَقَا طَعُوا, وَلَا تَدَابَرُوا, وَكُو نُوا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا, وَلَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوُقَ ثَلَاثٍ.

Janganlah kamu memutuskan hubungan dan janganlah kamu berpaling muka dan jadilah hai hamba Alloh bersaudara. Dan Tidaklah halal bagi seorang muslim, tidak bersapa (karena marah/bermusuhan) kepada saudaranya lebih dari tidak hari. HR. Bukhari, Muslim)

Belajarlah dalam hidup dengan 10 Kriteria:

Belajar Bersyukur meski Tak Cukup

Belajar Ikhlas meski Tak Rela

Belajar Taat meski Berat

Belajar Memahami meski Tak Sehati

Belajar Sabar meski Penuh Beban

Belajar Setia meski Banyak Godaan

Belajar memberi meski Ta seberapa

Belajar Mengasihi meski Disakiti

Belajar Tenang meski Gelisah

Belajar Percaya meski Dikhianati

 

Dadang A Fahmi

Wk.Sekretaris PW.Persis Jawa Barat. 

Continue reading

Situs PW.Persis Jawa Barat