aa

 

PIMPINAN WILAYAH

PW PERSATUAN ISLAM

PROVINSI JAWA BARAT

Jalan Peta No. 153-154 Rt 02 RW 03 Kel. Bojong Asih Kec. Bojongloa Kaler Bandung 40233 Telp. 022-6128415 Email : pwpersisjabar@gmail.com

CP Kominfo : 081320627610 (Muchsin al-Fikri)

 

 

RELEASE

 

PW PERSIS JABAR GELAR MUSYKERWIL I

 

Pasca Musyawarah Wilayah Persis beberapa waktu lalu yang telah memilih H. Iman Setiawan Latief, SH sebagai Ketua PW Persis baru menggantikan H. Syamsul Falah, M.Ag, Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Kerja (Musykerwil) ke-1) pada Hari Ahad-Senin, 5 – 6 Pebruari 2017 di Cileunca Group House, Pangalengan Kabupaten Bandung. Selain Musykerwil  juga diadakan pelatihan Training for Trainer (TFT) untuk mencetak para trainer tingkat Wilayah. Tampak hadir dalam musyawarah tersebut Pimpinan Pusat Persis dan seluruh Pimpinan Daerah se-Jawa Barat. Musykerwil I kali ini mengambil tema “Akselerasi Program Jihad Jam’iyyah Menuju Profesionalitas Dakwah”.

 

Menurut Ketua Panitia, H. Ahmad Haedar, selain akan menggodok berbagai program jihad dari seluruh bidang garapan, Musykerwil juga akan membahas berbagai persoalan dakwah dan keummatan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun regional Jawa Barat.

 

Dalam sambutannya Ketua Pimpinan Wilayah Persis Jabar, H. Iman Setiawan Latief, SH menyatakan bahwa Jawa Barat merupakan daerah tempat lahirnya Persatuan Islam, sehingga Persis Jabar diharapkan mampu menjadi etalase Persis tingkat nasional. Melalui Muskerwil ke-1 ini diharapkan lahir berbagai program jihad untuk mewujudkan dakwah yang profesional. Dakwah yang professional selain memperhatikan kualitas juga menitikberatkan kuantitas. Sehingga di dalam kebijakan umum program jihad sudah ditetapkan target penambahan infrastruktur Jamiyyah baik di level Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, atau pun penambahan jumlah Pesantren, Madrasah, Masjid dan Majelis Taklim.

 

Sementara itu dalam taujihnya, Ketua Bidgar Jamiyyah Pimpinan Pusat Persis, Dr. Ihsan Setiadi Latief, M.Si menyatakan bahwa para kader Persis harus mempertahankan sikap kritisnya terhadap berbagai persoalan keumatan yang terjadi di negara kita. Salah satu tradisi yang dibangun oleh para founding father Persis adalah sikap kritis dan menjauhi sikap taklid. Sekarang ini negara kita dan juga bangsa Indonesia tengah menanti sumbangan pemikiran Persis guna memecahkan problem bangsa yang sangat kompleks ini.

 

Musykerwil PW Persis juga mengeluarkan beberapa rekomendasi diantaranya:

  1. Terkait dengan fenomena adanya indikasi upaya kriminalisasi terhadap ulama, habaib, kiayi dan santri yang tergambar dalam beberapa kasus, maka PW Persis meminta kepada Pemerintah RI agar segera menghentikan upaya kriminalisasi tersebut. Ulama adalah warosatul anbiya yang harus dijaga dan dipelihara kehormatannya dan didengar fatwa-fatwanya.
  2. Setelah kami menganalisa dan mengamati kinerja Aparat Kepolisian Daerah Jawa Barat dalam menangani berbagai kasus persoalan yang melibatkan Ormas keagamaan, kami melihat adanya ketidakprofesionalan dan tidak adanya netralitas sehingga terkesan diskriminatif. Oleh sebab itu PW Persis Jabar meminta agar aparat TNI dan Polri lebih bersikap netral dan professional.
  3. Muskerwil Persis Jabar menolak rencana Menteri Agama RI yang akan menerapkan program sertifikasi terhadap para Da’I dan Mubaligh dalam khutbah Jumat, karena hal itu akan menghilangkan esensi amar makruf nahyi munkar dan dianggap Pemerintah terlalu intervensi terhadap independensi juru dakwah. (Muchsin/Kominfo).
PW PERSIS JABAR GELAR MUSYKERWIL I

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *