ijab

KEPUTUSAN DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM

No. 017 Tahun 1438 H. / 2016 M.

Tentang:

AKAD NIKAH DIWAKILKAN

بسم الله الرحمن الرحيم

Dewan Hisbah Persatuan Islam Pada Sidang Lengkap, di gedung H2QM Pesantren Persis Ciganitri, Kabupaten Bandung tanggal 28-29 Rabi’ul Awwal 1438 H/ 28-29 Desember 2016 M setelah :

MENIMBANG :

  1. Fenomena terjadinya akad nikah diwakilkan di masyarakat,
  2. Rukun nikah terdiri dari kedua mempelai, wali ijab, dua orang saksi dan akad nikah
  3. Akad nikah terdiri dari ijab dan qabul
  4. Dewan Hisbah berkewajiban untuk menjawab persoalan tersebut sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah

MENGINGAT:

  1. Al-Quran

….فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ … -سورة النساء: 3.-

“…Maka kawinilah siapa yang kamu sukai dari kalangan perempuan-perempuan…” (QS. An Nisa : 3)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ…… – سورة المائدة : 1.-

“Wahai orang-orang beriman, tunaikanlah akad-akad kalian!…” (QS. Al Maidah: 1).

  1. Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- « الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ ». زَادَ أَحْمَدُ « إِلاَّ صُلْحًا أَحَلَّ حَرَامًا أَوْ حَرَّمَ حَلاَلاً ». وَزَادَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ ».

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perjanjian damai diperbolehkan di antara orang-orang Muslim.” Ahmad menambahkan, “kecuali perjanjian damai yang menghalalkan sesuatu yang haram atau mengharamkan yang halal.” Sedangkan Sulaiman bin Daud menambahkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang-orang Muslim terikat di atas syarat-syarat mereka.” (H.r. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, 3/332)

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ أَنَّهَا كَانَتْ عِنْدَ ابْنِ جَحْشٍ فَهَلَكَ عَنْهَا وَكَانَ فِيمَنْ هَاجَرَ إِلَى أَرْضِ الْحَبَشَةِ فَزَوَّجَهَا النَّجَاشِيُّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ عِنْدَهُمْ

Dari Ummu Habibah sesungguhnya beliau dahulu adalah istrinya Ubaidilah bin Jahsy, kemudian ia meninggal ketika ia di antara orang yang hijrah ke Habasyah, kemudian Raja Najasyi menikahkan Ummu Habibah kepada Rasulullah, padahal Ummu Habibah masih bersama mereka (di Habasyah)” (HR. Ahmad, Musnad Ahmad, 6/427, Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, 2/191, al-Nasai, Sunan al-Kubra, 3/315, al-Hakim, al-Mustadrak, 2/181, al-Daraquthni, Sunan al-Daraquthni, 3/246)

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ أَتَرْضَى أَنْ أُزَوِّجَكَ فُلانَةَ قَالَ نَعَمْ وَقَالَ لِلْمَرْأَةِ أَتَرْضَيْنَ أَنْ أُزَوِّجَكِ فُلاَنًا قَالَتْ نَعَمْ فَزَوَّجَ أَحَدَهُمَا صَاحِبَهُ فَدَخَلَ بِهَا الرَّجُلُ وَلَمْ يَفْرِضْ لَهَا صَدَاقًا وَلَمْ يُعْطِهَا شَيْئًا وَكَانَ مِمَّنْ شَهِدَ الْحُدَيْبِيَةَ وَكَانَ مَنْ شَهِدَ الْحُدَيْبِيَةَ لَهُ سَهْمٌ بِخَيْبَرَ فَلَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَوَّجَنِي فُلاَنَةَ وَلَمْ أَفْرِضْ لَهَا صَدَاقًا وَلَمْ أُعْطِهَا شَيْئًا وَإِنِّي أُشْهِدُكُمْ أَنِّي أَعْطَيْتُهَا مِنْ صَدَاقِهَا سَهْمِي بِخَيْبَرَ فَأَخَذَتْ سَهْمًا فَبَاعَتْهُ بِمِائَةِ أَلْفٍ . – رواه ابو داود-

Dari Uqbah bin Amir sesungguhnya Nabi SAW berkata kepada seorang laki-laki, “Apakah kamu ridha aku kawinkan dengan si Fulanah?”. Laki-laki itu menjawab, “Ya!”. Dan Nabi bersabda kepada perempuan itu, “Apakah kamu ridha aku kawinkan kamu dengan si Fulan?”. Wanita itu berkata, “Ya!”. Maka Rasulullahpun mengawinkan keduanya. Laki-laki itu menggauli istrinya padahal tidak menentukan maharnya  dan belum memberikan apapun kepadanya. Lelaki itu seorang dari yang ikut perang Hudaibiyah, dan orang yang ikut Hudaibiyah diberi bagian ghanimah di Khaibar. Ketika lelaki itu akan meninggal ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah mengawinkan aku kepada seorang wanita dan aku belum menetapkan baginya maskawin dan belum memberikan sesuatu apapun, dan sesungguhnya aku minta kesaksian kepada kalian bahwa aku memberikan kepadanya bagian ku di Khaibar sebagai maskawin. Kemudian perempuan itu mengambil maskawinnya dan menjualnya seharga seratus ribu. (HR. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, 2/203, al-Baihaqi, Al-Sunan al-Kubra, 7/232, al-Hakim, al-Mustadrak, 2/181, Ibnu Hiban, Shahih Ibnu Hiban, 9/381, al-Thabrani, al-Mu’jam al-Ausath, 1/221)

عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْلِنُوا النِّكَاحَ. رواه احمد

Dari Amir bin Abdullah bin Az-Zubair dari ayahnya, bahwan Nabi saw. bersabda, “Beritahukanlah pernikahan.” (H.R. Ahmad, Musnad Ahmad, 16/53)

MEMPERHATIKAN:

  1. Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP.Persis KH. Aceng Zakaria yang menyarankan segera diputuskan masalah hukum tentang ‘Akad Nikah Diwakilkan’.
  2. Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah KH.Muhammad Romli.
  3. Pemaparan dan pembahasan makalah tentang ‘Akad Nikah Diwakilkan’ yang disampaikan oleh KH Dr. Jeje Zaenuddin, M.Ag.
  4. Pandangan dan pengujian para peserta sidang tentang dalil, wajh al-dilalah, metode istinbat dan kesimpulan hukum makalah ‘Akad Nikah Diwakilkan’.

Atas dasar semua konsideran di atas, maka dengan bertawakal kepada Allah, Dewan Hisbah Persatuan Islam

 

MENGISTINBATH:

  1. Ikrar ijab qabul nikah boleh diwakilkan
  2. Syarat penerima wakalah adalah muslim, aqil baligh, amanah disertai bukti tertulis atau saksi

Demikian keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan  makalah terlampir

الله يأخذ بأيدينا الى ما فيه خير للإسلام و المسلمين

Bandung, 29 Rabi’ul Awwal 1438 H. / 29 Desember 2016 M

AKAD NIKAH DIWAKILKAN

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *